Minggu, 30 November 2014

Wayang Orang

Wayang Orang


Wayang orang merupakan bentuk perwujudan dari wayang kulit yang diperagakan oleh manusia. Bisa dibilang wayang orang ini merupakan refleksi dari wayang kulit. Bedanya wayang orang bisa berdialog dan bergerak sendiri. Lama pertunjukan wayang orang biasanya sekitar 7 atau 8 jam untuk satu lakon, biasanya dilakukan pada malam hari. Pertunjukan pada siang hari jarang sekali dilakukan.
Lakon yang biasa dibawakan wayang orang bersumber dari Babad Purwa yaitu Mahabarata dan Ramayana. Kesenian Wayang Orang yang hidup dewasa ini pada dasarnya terdiri dari dua aliran yaitu gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta. Perbedaan yang ada di antara dua aliran terdapat terutama pada intonasi dialog, tan, dan kostum. Terkadang ada tarian yang berbeda diantara dua aliran ini. Untuk menyelenggarakan pertunjukan wayang orang secara lengkap, biasanya dibutuhkan pendukung sebanyak 35 orang, yang terdiri dari 20 orang sebagai pemain (terdiri dari pria dan wanita), 12 oran sebagai penabuh gamelan merangkap sariswara, 2 orang sebagai waranggana, dan 1 orang sebagai dalang.
Dalam pertunjukan Wayang Orang, fungsi dalang yang juga merupakan sutradara tidak seluas seperti pada wayang kulit. Dalang wayang orang bertindak sebagai pengatur perpindahan adegan, yang ditandai dengan suara suluk atau monolog. Dalam dialog yang diucapkan oleh pemain, sedikit sekali campur tangan dalang. Dalang hanya memberikan petunjuk-petunjuk garis besar saja. Selanjutnya pemain sendiri yang harus berimprovisasi dengan dialognya sesuai dengan alur ceritera yang telah diberikan oleh sang dalang. Setiap gerak dari pemain dilakukan dengan tarian, baik ketika masuk panggung, keluar panggung, perang ataupun yang lain-lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar