Wayang Orang
Wayang orang
merupakan bentuk perwujudan dari wayang kulit yang diperagakan oleh manusia.
Bisa dibilang wayang orang ini merupakan refleksi dari wayang kulit. Bedanya
wayang orang bisa berdialog dan bergerak sendiri. Lama pertunjukan wayang orang
biasanya sekitar 7 atau 8 jam untuk satu lakon, biasanya dilakukan pada malam
hari. Pertunjukan pada siang hari jarang sekali dilakukan.
Lakon yang
biasa dibawakan wayang orang bersumber dari Babad Purwa yaitu Mahabarata dan
Ramayana. Kesenian Wayang Orang yang hidup dewasa ini pada dasarnya terdiri
dari dua aliran yaitu gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta. Perbedaan yang ada di
antara dua aliran terdapat terutama pada intonasi dialog, tan, dan kostum.
Terkadang ada tarian yang berbeda diantara dua aliran ini. Untuk
menyelenggarakan pertunjukan wayang orang secara lengkap, biasanya dibutuhkan
pendukung sebanyak 35 orang, yang terdiri dari 20 orang sebagai pemain (terdiri
dari pria dan wanita), 12 oran sebagai penabuh gamelan merangkap sariswara, 2
orang sebagai waranggana, dan 1 orang sebagai dalang.
Dalam pertunjukan
Wayang Orang, fungsi dalang yang juga merupakan sutradara tidak seluas seperti
pada wayang kulit. Dalang wayang orang bertindak sebagai pengatur perpindahan
adegan, yang ditandai dengan suara suluk atau monolog. Dalam dialog yang
diucapkan oleh pemain, sedikit sekali campur tangan dalang. Dalang hanya
memberikan petunjuk-petunjuk garis besar saja. Selanjutnya pemain sendiri yang
harus berimprovisasi dengan dialognya sesuai dengan alur ceritera yang telah
diberikan oleh sang dalang. Setiap gerak dari pemain dilakukan dengan tarian,
baik ketika masuk panggung, keluar panggung, perang ataupun yang lain-lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar