Minggu, 30 November 2014

Angin

Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Sebenarnya udara mempunyai bobot. Karena udara mempunya bobot, maka udara juga mempunyai tekanan. Tekanan inilah yang membuat udara bergerak.
Udara dingin memiliki tekanan yang lebih besar, daripada udara panas. Itu berarti udara dingin memiliki bobot yang lebih berat. Sebaliknya, udara panas memiliki bobot ringan. Lalu bagaimana angin bisa terjadi? Ketika permukaan tanah panas, suhu udara di atasnya naik, mengembang dan menjadi lebih ringan. Begitu udara panas naik, tempatnya akan segera digantikan oleh udara sekitar. Terutama oleh udara dari atas yang lebih dingin dan bobotnya lebih berat. Proses ini terjadi terus-menerus. Akibatnya kita bisa merasakan adanya pergerakan udara atau yang disebut sebagai angin.

Angin sangatlah berguna bagi kehidupan manusia. Angin membuat awan-awan bergerak, sehingga hujan pun dapat turun di tempat lain secara merata. Angin juga merupakan sumber energi tertua. Sejak zaman dahulu sebelum ada mesin penggerak, manusia memanfaatkan angin untuk berbagai keperluan. Energi angin pertama kali digunakan untuk menggerakkan perahu di sungai Nil pada tahun 5000 SM.

Fotografi

Fotografi

Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Kata fotografi berasal dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “Fos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya.
Ada beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari kegiatan fotografi. Antaralain, mampu mengasah kreatifitas kita. Bagaimana bisa begitu? Karena jika kita tidak memiliki kreatifitas yang tinggi kita tidak dapat membedakan objek yang bagus dengan objek yang buruk. Dengan kreatifitas kita juga dapat membuat objek yang kurang bagus menjadi bagus. Kita bisa mengabadikan keindahan alam dan menambah ketaqwaan pada Yang Maha Kuasa. Karena telah memberikan kita tempat tinggal yang indah di Bumi. Fotografi juga dapat melatih kesabaran. Saat kita hendak memotret sesuatu dan kita tergesa-gesa, hasil yang didapat tidak akan memuaskan.
Dengan demikian, fotografi dapat membentuk remaja berkarakter. Karena dengan kegiatan ini secara tidak langsung menjauhkan kita dari hal-hal negative  yang dapat merusak karakter remaja Indonesia. Seperti tawuran dan hal-hal yang merugikan lainnya.   



Wayang Orang

Wayang Orang


Wayang orang merupakan bentuk perwujudan dari wayang kulit yang diperagakan oleh manusia. Bisa dibilang wayang orang ini merupakan refleksi dari wayang kulit. Bedanya wayang orang bisa berdialog dan bergerak sendiri. Lama pertunjukan wayang orang biasanya sekitar 7 atau 8 jam untuk satu lakon, biasanya dilakukan pada malam hari. Pertunjukan pada siang hari jarang sekali dilakukan.
Lakon yang biasa dibawakan wayang orang bersumber dari Babad Purwa yaitu Mahabarata dan Ramayana. Kesenian Wayang Orang yang hidup dewasa ini pada dasarnya terdiri dari dua aliran yaitu gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta. Perbedaan yang ada di antara dua aliran terdapat terutama pada intonasi dialog, tan, dan kostum. Terkadang ada tarian yang berbeda diantara dua aliran ini. Untuk menyelenggarakan pertunjukan wayang orang secara lengkap, biasanya dibutuhkan pendukung sebanyak 35 orang, yang terdiri dari 20 orang sebagai pemain (terdiri dari pria dan wanita), 12 oran sebagai penabuh gamelan merangkap sariswara, 2 orang sebagai waranggana, dan 1 orang sebagai dalang.
Dalam pertunjukan Wayang Orang, fungsi dalang yang juga merupakan sutradara tidak seluas seperti pada wayang kulit. Dalang wayang orang bertindak sebagai pengatur perpindahan adegan, yang ditandai dengan suara suluk atau monolog. Dalam dialog yang diucapkan oleh pemain, sedikit sekali campur tangan dalang. Dalang hanya memberikan petunjuk-petunjuk garis besar saja. Selanjutnya pemain sendiri yang harus berimprovisasi dengan dialognya sesuai dengan alur ceritera yang telah diberikan oleh sang dalang. Setiap gerak dari pemain dilakukan dengan tarian, baik ketika masuk panggung, keluar panggung, perang ataupun yang lain-lain.



Antartika

Antartika


Antartika adalah tempat terdingin. Wilayah ini memiliki cadangan mineral dan air bersih terbesar di dunia. Letaknya di kutub selatan bumi dan dikelilingi lautan es. Hampir 98% wilayah Antartika tertupi lapisan es setebal 2200 meter. Badai salju kerap berkunjung di Antartika. Suhu udara di sana bisa mencapai 89°C di bawah nol. Jarang sekali mencapai angka 0°C.
   Meski kondisi alamnya ganas dan tak bersahabat, Antartika masih ada penghuninya. Hewan yang bisa bertahan hidup di sana contohnya burung penguin, yang hidup secara berkelompok. Ada pula anjing laut. Selain hewan, ada juga tumbuhan yang hidup di Antartika, yaitu alga yang tumbuh di atas es. Tidak ada manusia yang hidup di Antartika kecuali para peneliti dan ilmuwan yang sengaja datang untuk mempelajari cuaca, air, dan es diseluruh permukaan bumi ini. Wilayah Antartika tidak boleh dimiliki oleh negara manapun, namun setiap negar boleh membangun stasiun penelitian di sana. Karena mencari bahan makanan sanagt sulit di Antartika, para peneliti dan ilmuwan harus membawa makanan dari luar untuk bertahan hidup di sana.

Walau Antartika sangat dingin, bukan berarrti es di sana tidak dapat mencair. Kalau lapisan ozon semakin menipis, es-es di Antartika secara perlahan akan mencair. Yuk kita selamatkan es-es di Antartika dengan mengurangi penggunaan alat penyemprot yang memakai bahan aerosol, dan penggunaan bahan bakar yang menghasilkan gas yang dapat menipiskan lapisan ozon.

Johny Setiawan

Johny Setiawan

Johny Setiawan lahir pada 16 Agustus tahun 1974. Dia adalah seorang peneliti antariksa yang diberi nama HD 11977 b. Setamat SMA pada tahun 1992-1993, Johny mengenyam pendidikan pra-universitas di Studienkolleg Heidelberg, Jerman. Johny kemudian mempelajari fisika di Albert-Ludwigs-Universitat, Feirburg, Jerman dan mengambil Master di Kiepenheuer-Institute for Solar Physich, Feirburg. Disertasinya di Kiepenheuer-Institute for Solar Physich, Feirburg, yang berjudul Radial Velocity Variation of G and K Giants. Sejak tahun 2003 Johny bekerja sebagai peneliti di post-doctoral di Max Planck Institute for Astronomi (MPIA), di Departement of Planet and Star-Formation.
Johny Setiawan sudah banyak menemukan planet baru dari 270 planet yang telah ditemukan oleh para peneliti dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Pada Juni 2005, kelompok astronom dari Eropa dan Brazil bibawah pimpinan Johny menemukan planet pertama yang mengeliligi bintang baru TW Hydrae. MPIA menemukan planet pertama TW Hydrae b yang mengelilingi bintang baru TW Hydrae, dengan menggunakan teleskop  F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile. Penemuan ini dipublikasikan di Nature, vol. 451, 38 tahun 2008.  Johny juga menemukan tata surya tertua yang memiliki satu bintang dan dua planet yang mengelilinginya. Tata surya tersebut dikatakan tertua karena berumur 12,8 miliar tahun, hanya 900 juta tahun lebih muda dari semesta yang tercipta lewat Big Bang pada 13,7 miliar tahun lalu. Bintang induk pada tata surya tersebut diberi nama HIP 11952 sesuai penamaan objek dari katalog Hipparcos. Sementara kedua planet yang mengorbit bintang tersebut diberi nama HIP 11952 b dan HIP 11952 c. Contoh penemuannya yang lain adalah HIP 13044 b, HD 47536 c, HD 110014 b, 110014 c, HD 11977 b, dan HD70573 b.
Johny Setiawan sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat planet-planet yang ditemukannya. Semangat belajarnya yang tinggi patut kita contoh. Walaupun Johny bisa saja berganti kewarganegaraan menjadi Jerman, tetapi Johny masih tetap menjadi anggota dari bangsa Indonesia karena memiliki rasa cinta tanah air dan kini mengabdi di Kedutaan Besar Replubik Indonesia di Berlin.




W.S. Rendra

Si Burung Merak dari Indonesia

Siapa bilang Indonesia tidak mempunyai sastrawan yang hebat. Indonesia punya banyak sastrawan yang kemampuannya luar biasa, salah satunya adalah W. S Rendra. Pria kelahiran Solo, 7 November tahun 1935 ini mendapat julukan Si Burung Merak atas karya-karya nya. Ia menamatkan sekolah di SMA St. Josef, Solo. Lalu melanjutkannya di Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM, Yogyakarta. Setamat dari fakultas tersebut Rendra memperdalam ilmunya di American Academy of Dramatical Art di New York, USA.
Sebagai seorang sastrawan, Rendra mempunyai banyak karya. Ia menciptakan drama, puisi serta sajak. Drama yang telah ia buat diantaranya adalah Orang-Orang di Tikungan Jalan, Sekda dan Mastodon dan Burung Kondor, Oedipus Rex, Kasidah Barzanji dan Perang Troya Tidak Akan Meletus. Ia menciptakan puisi berjudul Jangan Takut Ibu dan Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan). Tak lupa Rendra menciptakan sajak. Sajak yang ia ciptakan lebih dari sepuluh sajak. Contoh sajak yang dari Rendra adalah Rick dari Corona, Potret Pembangunan Dalam Puisi, Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta, Pesan Copet Kepada Pacarnya, Perjuangan Suku Naga dan masih banyak lagi.
Sebagai sastrawan besar yang sudah sangat terkenal, Rendra banyak mendapat penghargaan atas karya-karyanya. Yaitu, Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah, Kebudayaan Nasional pada tahun 1957  dan Anugerah Seni dari Departemen P & K di tahun 1969. Ia juga mendapatkan Hadiah Seni dari Akademi Jakarta tahun 1975.

  

Selasa, 25 November 2014

Kampung Adat Naga

Kampung Adat Naga-Jawa Barat



Penjelasan :
Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

 Sejarah :
Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.
 Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.

Lokasi dan Topografi :
Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.
 Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektare setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.

Pengetahuan :

A.    Pengetahuan dan Keterampilan Usaha Tani 
Masyarakat Kampung Naga secara umum merupakan masyarakat petani. Mereka menggarap baik lahan pertanian basah maupun lahan pertanian kering. Sebenarnya hampir sama dengan penduduk sunda lainnya, hanya saja yang menjadikan mereka berbeda adalah keteguhan mereka memakai cara-cara tradisional. Mereka masih belum menerima (menolak ) cara-cara perbaikan teknologi pertanian yang maju yang diaplikasikan dalam program Panca Usaha Tani. Misalnya, mereka tidak menggunakan bibit padi varietas unggul seperti yang telah digunakan oleh petani daerah lainnya. Masyarakat Kampung Naga masih tetap mempergunakan bibit dari jenis padi tradisional, yaitu Pare Gede.
Lahan pertanian milik masyarakat Kampung Naga meliputi lahan pertanian sawah, lahan pertanian kering dan balong-balong (kolam ikan). Lahan tersebut seluruhnya berada di sekitar Kampung Naga dalam radius tidak lebih dari satu kilometer.

B.    Pengetahuan dan Keterampilan Usaha Kerajinan
Selain memiliki pengetahuan dalam bertani, masyarakat Kampung Naga juga memiliki kemahiran sebagai pengrajin anyaman bambu. Dalam hal ini mereka memiliki kemahiran diantaranya membuat beberapa jenis anyaman, pemilihan dan pengolahan bahan anyaman, corak ragam anyaman, penentuan waktu untuk mengambil bahan pembuat anyaman dan sebagainya. Ini menjadi sumber nafkah masyarakat Kampung Naga yang kedua setelah pertanian adalah produksi anyaman bambu.