Selasa, 28 Oktober 2014

Cerita Pendek

Ikatan Kuat Shiro dan Kuro

Di sebuah hutan di pegunungan, hiduplah seekor anjing dan serigala yang bersahabat. Mereka adalah Shiro dan Kuro. Shiro merupakan seekor anjing berbulu putih dengan mata berwarna biru. Sedangkan Kuro adalah seekor serigala berbulu abu-abu tua dengan mata berwarna kuning keemasan.
Suatu hari mereka sedang berburu makanan di hutan. Mereka tengah mengintai seekor rusa yaang sedang merumput. Belum lama mereka mengintai, tiba-tiba terdengar suara tembakan yang begitu keras. Baik Shiro maupun Kuro mereka merunduk, takut akan suara tembakan yang terdengar melengking di telinga mereka. Setelah merasa cukup aman Shiro dan Kuro kembali mengintip di balik semak belukar untuk memastikan apa yang terjadi. Terkejutlah mereka karena rusa yang mereka intai telah mati. Mereka juga melihat seorang manusia yang sepertinya telah merebut makanan mereka. Kuro yang pemarah ingin segera menghajar manusia itu. Namun segera dicegah Shiro.
Malamnya mereka tertidur dalam keadaan lapar di gua. Kuro yang tidak bisa tidur kemudian berjalan hingga ke mulut gua untuk melihat bintang. Secara tak sengaja ia melihat seorang manusia yang tadi merebut mangsanya tengah mengendap-endap untuk menembak seekor burung merpati yang tertidur di dahan pohon tak jauh dari tempatnya. Karena dendam, Kuro segera menggeram dan menunjukkan gigi runcingnya untuk balas dendam pada manusia itu karena telah membuatnya dan Shiro kelaparan. Kuro menyerang manusia itu tanpa ampun. Namun tanpa disadari manusia lain datang dan bersiap untuk menembak Kuro.
Shiro yang menyadari Kuro tidak ada ditempatnya segera keluar gua dan menemukan sahabatnya itu tengah menyerang manusia yang tadi merebut mangsanya dan manusia lain yang sedang berkonsentrasi untuk menembak Kuro. Peluru dilepas, Shiro yang menyadari sahabat baiknya itu dalam bahaya segera berlari untuk menjadi perisai bagi Kuro. Kuro kaget bukan kepalang melihat tubuh sahabatnya itu ambruk di depan matanya. Bulu Shiro yang putih bersih kini berubah merah darah karena jantungnya tertembak. Kuro merasa sangat bersalah karena telah membuat sahabat yang paling disayanginya itu mati karena tindakan bodohnya. Ia segera kabur meninggalkan Shiro yang dibawa oleh dua manusia itu untuk diawetkan.

Akhirnya Kuro mulai mengurangi sifat pemarahnya. Dia berjanji untuk tidak berbuat ceroboh lagi. Kuro tidak ingin membuat jiwa Shiro yang berada di surga bersedih karena melihatnya terus menerus menyesali kepergiannya tanpa berbuat apa-apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar