Ikatan
Kuat Shiro dan Kuro
Di
sebuah hutan di pegunungan, hiduplah seekor anjing dan serigala yang bersahabat.
Mereka adalah Shiro dan Kuro. Shiro merupakan seekor anjing berbulu putih
dengan mata berwarna biru. Sedangkan Kuro adalah seekor serigala berbulu
abu-abu tua dengan mata berwarna kuning keemasan.
Suatu
hari mereka sedang berburu makanan di hutan. Mereka tengah mengintai seekor
rusa yaang sedang merumput. Belum lama mereka mengintai, tiba-tiba terdengar
suara tembakan yang begitu keras. Baik Shiro maupun Kuro mereka merunduk, takut
akan suara tembakan yang terdengar melengking di telinga mereka. Setelah merasa
cukup aman Shiro dan Kuro kembali mengintip di balik semak belukar untuk
memastikan apa yang terjadi. Terkejutlah mereka karena rusa yang mereka intai
telah mati. Mereka juga melihat seorang manusia yang sepertinya telah merebut
makanan mereka. Kuro yang pemarah ingin segera menghajar manusia itu. Namun
segera dicegah Shiro.
Malamnya
mereka tertidur dalam keadaan lapar di gua. Kuro yang tidak bisa tidur kemudian
berjalan hingga ke mulut gua untuk melihat bintang. Secara tak sengaja ia
melihat seorang manusia yang tadi merebut mangsanya tengah mengendap-endap
untuk menembak seekor burung merpati yang tertidur di dahan pohon tak jauh dari
tempatnya. Karena dendam, Kuro segera menggeram dan menunjukkan gigi runcingnya
untuk balas dendam pada manusia itu karena telah membuatnya dan Shiro
kelaparan. Kuro menyerang manusia itu tanpa ampun. Namun tanpa disadari manusia
lain datang dan bersiap untuk menembak Kuro.
Shiro
yang menyadari Kuro tidak ada ditempatnya segera keluar gua dan menemukan
sahabatnya itu tengah menyerang manusia yang tadi merebut mangsanya dan manusia
lain yang sedang berkonsentrasi untuk menembak Kuro. Peluru dilepas, Shiro yang
menyadari sahabat baiknya itu dalam bahaya segera berlari untuk menjadi perisai
bagi Kuro. Kuro kaget bukan kepalang melihat tubuh sahabatnya itu ambruk di
depan matanya. Bulu Shiro yang putih bersih kini berubah merah darah karena
jantungnya tertembak. Kuro merasa sangat bersalah karena telah membuat sahabat
yang paling disayanginya itu mati karena tindakan bodohnya. Ia segera kabur
meninggalkan Shiro yang dibawa oleh dua manusia itu untuk diawetkan.
Akhirnya
Kuro mulai mengurangi sifat pemarahnya. Dia berjanji untuk tidak berbuat
ceroboh lagi. Kuro tidak ingin membuat jiwa Shiro yang berada di surga bersedih
karena melihatnya terus menerus menyesali kepergiannya tanpa berbuat apa-apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar